TASIKMALAYA – Dalam upaya memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan mutu pendidikan, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Hidayah Tasikmalaya sukses menyelenggarakan Musyawarah Kerja (Musker) Tasykil pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Kegiatan Musyawarah Kerja ini mengangkat tema strategis:

“Optimalisasi Kinerja Tri Dharma Perguruan Tinggi Menuju STAI Al Hidayah Tasikmalaya yang Unggul, Islami, dan Tafaqquh Fiddin.”

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Utama ini dihadiri oleh jajaran pimpinan serta seluruh pengurus tasykil masa jihad 2026 – 2030. Musker tahun ini mengusung semangat transformasi digital yang dipadukan dengan penguatan nilai-nilai keislaman di era modern.

Beberapa agenda strategis yang menjadi fokus pembahasan dalam rapat kerja tersebut meliputi:

  1. Implementasi Kurikulum Berbasis Outcome (OBE): Rekonstruksi Pembelajaran melalui Penyelarasan Konstruktif antara Capaian Pembelajaran (CPL) dan Standar Kompetensi Industri.

  2. Optimalisasi Pengabdian Masyarakat: Penguatan program pemberdayaan umat melalui pengembangan desa binaan secara berkelanjutan.

  3. Digitalisasi Administrasi Kampus: Modernisasi sistem informasi guna memberikan pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan efisien.

  4. Pengembangan SDM: Penyelenggaraan pelatihan berkelanjutan bagi staf dan dosen untuk menghadapi dinamika serta tantangan pendidikan global.

Suasana musyawarah berlangsung khidmat namun tetap interaktif. Setiap divisi tasykil memaparkan rancangan program kerja yang akan diakselerasi selama satu tahun ke depan. Pertemuan ini diakhiri dengan ikrar komitmen bersama oleh seluruh pengurus untuk bersinergi demi kemajuan institusi.

Dengan tuntasnya Musker ini, STAI Al Hidayah Tasikmalaya siap melangkah di tahun 2026 dengan program-program yang lebih terukur dan inovatif.